Wednesday, February 28, 2018

SABAR DI DALAM TUHAN

1 Korintus 4:12

“...Kalau kami (Paulus dan rekan-rekan) dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;”


Kesabaran berasal dari kata Yunani MACROTHUMIA yg merupakan gabungan dari dua kata: macro yg berarti panjang, dan thumos yg artinya temperamen. Jadi kesabaran itu menunjuk pada pengertian tentang kemarahan yg memerlukan waktu yg sangat panjang untuk membangkitkannya sebelum kemarahan itu dinyatakan; amarah yg terkendali. Tidak sedikit dari kita yg memiliki temperamen pendek, artinya mudah sekali kehilangan kesabaran dan menjadi marah; tersinggung dg kata-kata yg kurang mengenakkan saja amarah kita langsung meledak dan tak terkendali. Pemazmur mengingatkan, “Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.” (Mazmur 37:8). Namun ada juga orang-orang yg mampu mengendalikan amarah dan bisa sabar terhadap orang lain.

Kesabaran adalah lawan dari kemarahan yg tidak pada tempatnya, kemampuan untuk menahan diri dalam menghadapi situasi-situasi sulit. Musa, sebagai seorang pemimpin yg juga manusia biasa, terkadang tidak bisa menahan amarahnya terhadap orang-orang Israel karena ketidaktaatan mereka kepada Tuhan. Ketika Tuhan menyuruh Musa untuk berbicara kepada batu agar batu itu mengeluarkan air, Musa malah memukul batu itu. Ketidaksabarannya menyebabkan Musa tidak diijinkan Tuhan untuk memasuki Tanah Perjanjian. Bisa disimpulkan bahwa orang yg sabar sekali pun ada batasnya. Maka kita sangat membutuhkan Roh Kudus agar kita memiliki kesabaran di segala situasi, karena cepat atau lambat kita akan sampai pada batas kesabaran kita.

Bila kita sudah memiliki kasih, sukacita dan damai sejahtera, kesabaran akan hadir. Tuhan Yesus sendiri telah memberi teladan hidup kepada kita, bagaimana Ia tetap sabar terhadap orang-orang yg menganiaya dan menyalibkan Dia di kayu salib, tidak ada amarah sama sekali. Dan sabar adalah sifat Allah; Dia sabar terhadap setiap orang. Sebagai anak-anakNya, sudah seharusnya kita mewarisi sifat-sifat Bapa kita. Jika tidak, lalu kita ini anak siapa?

Selamat pagi


GOD BLESS YOU

No comments:

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Secara Bijak dan Tidak Keluar Dari Topik Pembahasan